Zeolit pertama kali ditemukan oleh Freiherr Axel Cronstedt,
seorang ahli mineralogi dari Swedia pada tahun 1756 (Sheppard, 1969: 875-886).
Istilah zeolit berasal dari bahasa Yunani “zein” yang berarti membuih, dan
“lithos” yang berati batu. Zeolit (Zeinlithos) atau berarti juga batuan
mendidih, di dalam riset-riset kimiawan telah lama menjadi pusat perhatian. Zeolit
merupakan mineral alumina silikat terhidrat yang dapat mengikat molekul air
secara reversible. Penggunaan zeolit berkaitan dengan tiga sifat penting yang
dimilikinya, yaitu: kemampuannya dalam melakukan pertukaran ion, daya serap dan
daya saring molekuler, serta daya katalis. Pemanfaatannya utama zeolit sebagai penukar ion untuk
pelunakan air, untuk menghilangkan dan pengikatan radionuklida serta penyerapan
logam berat dari limbah tercemar dan penghilangan ion amonium dari limbah cair.
Zeolit menurut
proses pembentukannya dibagi 2, yaitu : zeolit alam (natural zeolit) dan zeolit sintetis (syntetic zeolit). Sedangkan berdasarkan ukuran porinya, zeolit
dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan, yaitu: zeolit dengan pori kecil (small pore zeolit), zeolit dengan pori
medium (medium pore zeolit), dan
zeolit dengan pori besar (large pore
zeolit).
Bidang Aplikasi Zeolit dan Penerapannya
Bidang/Sektor
|
Aplikasi
|
Pertanian
|
Penetral keasaman tanah, meningkatkan
aerasi tanah, sumber mineral pendukung pada pupuk dan tanah, serta sebagai
pengontrol yang efektif dalam pembebasan ion amonium, nitrogen, dan kalium
pupuk.
|
Peternakan
|
Meningkatkan nilai efisiensi nitrogen,
dapat mereduksi penyakit lembuhg pada hewan ruminensia, pengontrol
kelembaban kotoran hewan dan kandungan amonia kotoran hewan.
|
Perikanan
|
Membersihkan air kolam ikan yang
mempunyai sistem resikurlasi air, dapat mengurangi kadar nirogen pada kolam
ikan.
|
Energi
|
Sebagai katalis pada proses pemecahan
hidrokarbon minyak bumi, sebagai panel-panel pada pengembangan energi
matahari, dan penyerap gas freon.
|
Industri
|
Pengisi (filler) pada industri kertas,
semen, beton, kayu lapis, besi baja, dan besi tuang, adsorben dalam industri
tekstil dan minyak sawit, bahan baku pembuatan keramik.
|
Sifat-sifat
unik zeolit yaitu dehidrasi, adsorben dan penyaring molekul, katalisator, dan
penukar ion memungkinkan penggunaannya sangat luas. Zeolit secara luas digunakan terutama dalam tiga aplikasi: adsorben,
katalis, pertukaran ion (Auerbach, 2003: 14)
1. Aplikasi adsorben
Tabel 2 berisi daftar aplikasi adsorben umum dan berfokus pada membersihkan molekul polar atau senyawa terpolarisasi untuk proses pemurnian dan pemisahan massal didasarkan pada proses penyaringan molekuler.
Zeolit berfungsi sebagai
penyaring alami. Air tanah yang dilewatkan kolom gelas berisi zeolit, kadar Fe
dapat diturunkan sampai 55%, sedangkan kadar Mn dapat diturunkan sampai 100%
(Abdur Rahman & Budi Hartono. 2004: 1-6).
Aplikasi Adsorben Zeolite sebagai Saringan Molekuler Komersial
Pemurnian
|
Pemisahan
massal
|
Pengeringan
·
Gas alam
·
Cracking gas
·
Jendela terisolasi
·
Refrigerant (pembeku)
|
Pemisahan
n-parafin atau isoparafin
Pemisahan
xylena
|
Membersihkan
CO2: gas alam dan pabrik oksigen cair
|
Pemisahan
olefin
Pemisahan
pelarut organik
|
Membersihkan
senyawa belerang
|
O2
dari udara
|
Sweetening
gas alam dan LPG
|
Pemisahan
CO2, SO2, dan NH3
|
Membersihkan
polutan: Hg, NOx, SOx
|
Pemisahan
gula
|
Membersihkan
bahan organic dan anorganik dari aliran umpan asam asetat komersial
|
Pemisahan
asam amino dan nitroamina
|
(Sumber: Auerbach, 2003: Chapter 1
p 14)
2. Aplikasi katalisis
Transformasi
hidrokarbon oleh
zeolit, pertukaran kation NH4+ dan spesi
multivalen. Zeolit mengalami peningkatan
penggunaan untuk sintesis bahan kimia organik antara. Keuntungan dari zeolit sebagai katalis heterogen adalah pemisahannya mudah dan mudah dilakukan regenerasi. Setiadi dan
kawan-kawan menemukan bahwa metanol (CH3OH)
dapat dibuat dari umpan utama gas CO2 dan H2 dengan
katalis katalis zeolit alam.
Aplikasi Zeolite dalam Katalisis.
Meskipun telah ada penemuan peningkatan
kinerja zeolit selama 50 tahun
terakhir, tetapi hanya
sebagian sangat kecil yang pernah menemukan aplikasi yang dapat
digunakan secara komersial.
3. Aplikasi
pertukaran ion
Penggunaan utama dari zeolit sebagai penukar ion adalah untuk pelunakan air dalam industri deterjen dan penggunaan pengganti
fosfat.
Zeolit mampu menggantikan peran fosfat sebagai pembentuk (builders)
dalam detergen (Harjanto, 1987). Penggunaan zeolit sebagai pembentuk memiliki
beberapa keunggulan antara lain: (1) zeolit menurunkan ongkos produksi detergen
(low cost), (2) menurunkan kesadahan air, dan (3) menghilangkan
logam-logam berat seperti besi, mangan, dan tembaga. Selektivitas zeolit A untuk Ca2+ menghasilkan keuntungan yang unik. Zeolit alam
penggunaannya
cukup baik
untuk membersihkan radioisotop Cs+ dan Sr2+ dengan
pertukaran ion dari aliran limbah radioaktif.
4.
Aplikasi
lainnya
Aplikasi massal untuk serbuk zeolit telah muncul untuk
menghilangkan bau dan sebagai aditif plastik.
Zeolit diyakini dapat melindungi dan
memulihkan kesehatan kita dengan cara-cara:
• Menghilangkan
radiasi keracunan (x-ray, keamanan scanner, nuklir)
• Detoksifikasi
logam berat, termasuk mercury, timbal, & cadmium
• Mengurangi
lingkungan beracun (asap, radiasi ponsel, bahan kimia)
• Menonaktifkan
kanker, virus, dan parasit
• Menghapus
bahan radioaktif dari tubuh (cesium, plutonium, dan uranium)
• Meningkatkan
sistem kekebalan tubuh, menghilangkan racun dan merevitalisasi tubuh